Teknologi Terkini Dunia Medis, Bedah Kandungan Robotik

gynecology.rob.surg

Tercantum dalam situs arkeologi mengenai peralatan bedah operasi, operasi yang dilakukan oleh manusia ternyata sudah dilakukan sejak zaman dahulu. Pada zaman nenek moyang, tindakan operasi dilakukan dengan menggunakan peralatan bedah yang masih sangat mentah. Sebab pengetahuan mengenai anatomi manusia, fisiologi, dan penyakit masih sangat minim. Lalu bagaimana dengan tindakan operasi yang ada di zaman sekarang?

Kehadiran Operasi Invasif Minimal

Berbicara mengenai tindakan operasi terbuka, pasien cenderung mengalami sakit pasca operasi. Belum lagi proses pemulihan pasien butuh waktu yang lama. Sebagai contoh, ketika seorang pasien mengalami masalah pada organ usus karena usus buntu, maka saat operasi, organ usus tersebut harus dikeluarkan. Atau ketika seorang pasien mengalami masalah pada organ rahim, maka organ rahim harus dikeluarkan. Tindakan operasi terbuka membuat harus mau tidak mau dilakukan proses sayatan pada bagian perut pasien.

Seiring dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan dalam dunia medis, tindakan operasi terbuka mulai tergantikan dengan tindakan operasi bernama Bedah Invasif Minimal. Tindakan operasi ini mengandalkan kamera yang berukuran kecil dengan instrument berukuran sempit dan panjang untuk dapat masuk ke bagian lubang kecil di tubuh pasien.

Dengan peralatan tersebut, Dokter dapat melihat ke bagian organ yang bermasalah tanpa perlu melakukan tindakan sayatan untuk bagian perut pasien. Lubang kecil dalam tubuh pasien tersebut adalah bagian alami manusia yang dapat berfungsi untuk tindakan operasi tersebut. Dokter dapat lebih detail dalam melakukan diagnosa penyakit yang menyerang organ tubuh pasien.

Kehadiran Sistem da Vinci

Dunia medis juga telah berhasil menemukan sistem operasi bernama da Vinci. Sistem da Vinci atau ginekologi untuk masa depan dibuat dalam tiga buah komponen. Yaitu, komponen Konsol Dokter Bedah, komponen Kereta Pasien, serta komponen Sistem Pandangan Tiga Dimensi. Prinsip kerja dari sistem da Vinci terbilang rumit namun mudah untuk dilakukan para Dokter.

Dalam melakukan tindakan operasi sistem da Vinci, seorang Dokter ahli bedah harus duduk pada konsol dengan jarak sekian meter dari posisi pasien. Kemudian Dokter ahli bedah mengamati melalui lensa mata untuk proses visualisasi proses operasi berdasarkan visi berupa tiga dimensi immersive. Selanjutnya Dokter ahli bedah mengarahkan kedua tangannya sejajar dengan arah mata ketika hendak melakukan tindakan operasi. Tangan Dokter ahli bedah akan mengontrol setiap instrument pada kereta pasien.

Dengan metode tersebut di atasm maka secara otomatis bagian ujung pada peralatan operasi melakukan gerakan secara akurat dan terarah dalam organ perut serta panggul si pasien tanpa menimbulkan getaran. Sebab bagian ujung dari instrument difungsikan untuk bergerak bebas sampai dapat membentuk sudut tujuh derajat mengikuti gerakan dari setiap arah tangan Dokter ahli bedah.

Keutamaan sistem da Vinci

Keutamaan dari sistem da Vinci dalam tindakan operasi tentu saja memiliki presisi yang tajam. Pasien tidak perlu mengalami kehilangan darah dalam jumlah banyak, tidak mengalami rasa sakit berlebih pasca operasi. Selain itu pasien juga tidak perlu waktu lama untuk rawat inap di rumah sakit pasca operasi, serta waktu pemulihan yang cepat. Dalam tindakan operasi histerektomi serta myomectomy, pasien diperbolehkan untuk pula pada pagi harinya setelah menjalankan operasi sistem da Vinci. Serta waktu pemulihan hanya sekitar empat belas hari pasca operasi.

Sistem da Vinci berguna untuk melakukan berbagai tindakan operasi. Mulai dari operasi urologi, telinga, tenggorokan, bedah usus, bedah katup jantung, bedah umum, serta bedah hidung. Dan di bidang ginekologi, sistem da Vinci diperlukan untuk penanganan histerektomi yang berkaitan dengan tumor jinak di rahim, kanker, bedah prolaps organ panggul, serta pemulihan pada tuba yang mengalami hambatan.